Terdapat banyak perbedaan definisi yang
dikemukan oleh para ahli sastra Arab. Akan tetapi, perbedaan ini hanyak
terletak bahasa penyampaiannya saja. Namun, mengenai hakikat sebuah prosa
mereka memiliki pendapat yang sama, seperti yang dikemukakan di bawah ini :
والنثر : فهو ما
ليس بشعر من الكلام المصقول المنمق, فهو لايتقيد بوزن ولا قافية
"Prosa
adalah ungkapan atau tulisan yang tidak sama dengan Syi'r, ia tidak terkait
dengan wazan atau qafiyah"
Sebagian para ahli sastra Arab berpendapat
bahwa timbulnya natsr lebih dahulu daripada timbulnya syi'r,
sebab prosa tidak terikat oleh sajak dan irama. Prosa itu bebas bagaikan
derasnya air. Sedangkan timbulnya syi'r sangat erat hubungannya dengan
kemajuan manusia dalam cara berpikir. Sehingga mereka berpendapat bahwa manusia
baru dapat mengenal bentuk-bentuk syi'r setelah mencapai kemajuan dalam
bidang bahasa. Terdapat dua jenis natsr yaitu natsr ghair fanni dan natsr
fanni.natsr ghair fanni adalah ungkapan prosa yang keluar dari lisan mereka
baik ketika terjadinya percakapan maupun ketika melakukan orasi (khutbah), yang
mereka lakukan secara spontan. Sedangkan natsr fanni adalah prosa yang
diungkapkan dengan keindahan nilai-nilai sastra yang membekas ke dalam jiwa dan
perasan.
Secara umum natsr Jahiliyyah terbagi ke dalam
beberapa jenis diantaranya : al-Khutbah, al-Wasiyat, al-Hikmah, al-Matsal
(Amtsal), dan ada juga ahli sastra Arab memasukan Saj'u Khuhan (mantera
dukun) ke dalam pembagian jenis prosa Arab Jahiliyyyah.
Adapun karakteristik yang dimiliki Natsr Jahiliyyah
antara lain kalimat yang digunakan ringkas, lafaznya jelas, memiliki kedalaman
makna, bersajak (mengakhiri setiap kalimat dengan huruf yang sama), terkadang
sering dipadukan dengan syi'r, amtsal dan yang lainnya.
tulisan.a ga' kliatan mba'e....
BalasHapus