Bahasa
ialah sistem simbol-simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan oleh suatu
kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi (language is a system of
arbitray vocal symbol by means of which a social group cooperates) itulah
definisi bahasa yang terungkap dalam buku (Bloch and Trager).
Belajar
Bahasa banyak menimbulkan kontraversi di kalangan pelajar dan peminat bahasa. Bahasa
merupakan hal yang biasa dan mudah di pelajari sekaligus di terapkan, karena
seperti halnya definisi di atas bahasa ialah sebagai sarana berkomunikasi, hal
tersebut menurut mereka yang sudah menekuni di bidang bahasa, tapi lain pula
dengan sekelompok orang yang lebih dominan di bidang logika daripada sosial,
tentunya bahasa merupakan hal yang butuh pembelajaran yang continue, belum lagi
di bingungkan dengan susunan grammar atau kaidah yang membuat bahasa tersendat
dan sulit untuk di praktekkan.
Memang
kadang hal itu menjadikan dilema tersendiri bagi pemula, antara tuntutan dan
rasa takut salah, namun siapa yang tidak pengen mempelajari sekaligus
mempraktekkan dengan benar? Akan tetapi akan terasa berat pula jika pemula di
tuntut untuk bisa kedua-duanya, problematika tersebut dapat di selesaikan dengan
beberapa metode yang insyaAllah akan membantu menguasai 2 hal pokok.
Bagi
yang sudah punya bekal bahasa di bidang grammar, baik kaidah dalam bahasa
inggris maupun arab, dalam situasi yang berbeda mereka akan lebih memilih menggunakan
bahasa dengan menulis ketimbang mengkomunikasikan dengan lisan, karena dalam
benak orang tersebut akan terfikirkan beberapa kaidah bahasa yang menjadi
aturan dalam menggunakan bahasa tersebut, mengucapkan kalimat termudah pun akan
di rasa sulit dan kaku jika tidak di sertai pemaksaan yang luar biasa.
Sedangkan
bagi yang mempunyai bekal awal di bidang speaking, maka grammar atau aturan
berbahasa akan menjadi boomerang tersendiri bagi mereka, akan terasa sulit juga
kalimat yang sudah sering di ucapkan dan menjadi kebiasaan harus di ganti
dikarenakan kesalahan kaidah dalam kalimat tersebut.
Akan
tetapi akankah kita mempelajari keduanya secara bersamaan untuk menjadi
linguist yang sejati? Sanggupkah kita menguasai keduanya? Why not? Kita bisa
memulai dengan hal yang fundamental beberapa hal yang perlu di perhatikan.
Setidaknya belajar grammar di awal akan terasa meringankan daripada harus
belajar secara bersamaan dengan memahami suatu kalam, karena kalam ialah suatu
pembiasaan, lebih-lebih jika lingkungan kita mendukung untuk membiasakan
komunikasi berbahasa pasti akan terasa ringan untuk di terapkan. Tinggal
bagaimana kemauan yang ada pada diri kita untuk berusaha bisa. Namun tidak
semudah itu yang di bayangkan, kadang proses menuju sempurnanya kalam tersebut
menggoyahkan dan merubah kaidah yang sudah kita fahami terlebih dahulu sehingga
kalam yang di gunakan pun akan menyalahi aturan dan tak seindah ketika di
tuliskan.
Diantaranya
5 langkah sukses mewujudkan keseimbangan antara penguasaan grammar and
speaking:
1-
Punya
keinginan untuk bisa
2-
Memahami
grammar walau dasar dan tidak terlalu jauh.
3-
Menerapkan
dalam vocab/ mufrodat dari yang paling
mudah.
4-
Continue
dalam keseharian .
5-
Lebih
sering berinteraksi dengan komunitas pengguna bahasa.
Jangan takut mencoba dan Semoga bisa bermanfa’atJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar