Kamis, 08 Maret 2012

Which one is the more important Grammar or speaking?


Bahasa ialah sistem simbol-simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi (language is a system of arbitray vocal symbol by means of which a social group cooperates) itulah definisi bahasa yang terungkap dalam buku (Bloch and Trager).
Belajar Bahasa banyak menimbulkan kontraversi di kalangan pelajar dan peminat bahasa. Bahasa merupakan hal yang biasa dan mudah di pelajari sekaligus di terapkan, karena seperti halnya definisi di atas bahasa ialah sebagai sarana berkomunikasi, hal tersebut menurut mereka yang sudah menekuni di bidang bahasa, tapi lain pula dengan sekelompok orang yang lebih dominan di bidang logika daripada sosial, tentunya bahasa merupakan hal yang butuh pembelajaran yang continue, belum lagi di bingungkan dengan susunan grammar atau kaidah yang membuat bahasa tersendat dan sulit untuk di praktekkan.
Memang kadang hal itu menjadikan dilema tersendiri bagi pemula, antara tuntutan dan rasa takut salah, namun siapa yang tidak pengen mempelajari sekaligus mempraktekkan dengan benar? Akan tetapi akan terasa berat pula jika pemula di tuntut untuk bisa kedua-duanya, problematika tersebut dapat di selesaikan dengan beberapa metode yang insyaAllah akan membantu menguasai 2 hal pokok.
Bagi yang sudah punya bekal bahasa di bidang grammar, baik kaidah dalam bahasa inggris maupun arab, dalam situasi yang berbeda mereka akan lebih memilih menggunakan bahasa dengan menulis ketimbang mengkomunikasikan dengan lisan, karena dalam benak orang tersebut akan terfikirkan beberapa kaidah bahasa yang menjadi aturan dalam menggunakan bahasa tersebut, mengucapkan kalimat termudah pun akan di rasa sulit dan kaku jika tidak di sertai pemaksaan yang luar biasa.
Sedangkan bagi yang mempunyai bekal awal di bidang speaking, maka grammar atau aturan berbahasa akan menjadi boomerang tersendiri bagi mereka, akan terasa sulit juga kalimat yang sudah sering di ucapkan dan menjadi kebiasaan harus di ganti dikarenakan kesalahan kaidah dalam kalimat tersebut.
Akan tetapi akankah kita mempelajari keduanya secara bersamaan untuk menjadi linguist yang sejati? Sanggupkah kita menguasai keduanya? Why not? Kita bisa memulai dengan hal yang fundamental beberapa hal yang perlu di perhatikan. Setidaknya belajar grammar di awal akan terasa meringankan daripada harus belajar secara bersamaan dengan memahami suatu kalam, karena kalam ialah suatu pembiasaan, lebih-lebih jika lingkungan kita mendukung untuk membiasakan komunikasi berbahasa pasti akan terasa ringan untuk di terapkan. Tinggal bagaimana kemauan yang ada pada diri kita untuk berusaha bisa. Namun tidak semudah itu yang di bayangkan, kadang proses menuju sempurnanya kalam tersebut menggoyahkan dan merubah kaidah yang sudah kita fahami terlebih dahulu sehingga kalam yang di gunakan pun akan menyalahi aturan dan tak seindah ketika di tuliskan.
Diantaranya 5 langkah sukses mewujudkan keseimbangan antara penguasaan grammar and speaking:
1-      Punya keinginan untuk bisa
2-      Memahami grammar walau dasar dan tidak terlalu jauh.
3-      Menerapkan dalam vocab/ mufrodat  dari yang paling mudah.
4-      Continue dalam keseharian .
5-      Lebih sering berinteraksi dengan komunitas pengguna bahasa.

Jangan takut mencoba dan Semoga bisa bermanfa’atJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar