Minggu, 25 Maret 2012

STUDY CLUB BAHASA DAN SASTRA ARAB


Lebih dari 8 bulan rutinitas belajar bersama yang di gadang oleh MHJ BSA terlaksana secara tertib, kegiatan yang mengkaji tata bahasa arab grammar ini dilaksanakan rutin setiap hari selasa malam tepatnya pukul 20.00 sampai 21.00. Dengan waktu yang sesingkat itu tidak mengurangi semangat mahasiswa jurusan bahasa dan sastra arab UIN maliki malang untuk terus berkembang, kegiatan ini di ikuti secara antusias oleh mahasiswa dari jurusan itu sendiri, terutama mahasiswa angkatan 2011 atau mahasiswa angkatan baru. Tidak semua mahasiswa jurusan bahasa menguasai bidang bahasa, itulah ungkapan dari  salah satu mahasiswa yang menjadi faktor utama adanya belajar bareng yang biasanya di sebut dengan “bahtsul qowaid”, lebih dari itu terbiasa mengasah apa yang sudah diketahui dan di fahami akan lebih memperkuat ingatan dan mempermudah kita dalam memahami hal yang baru. Itulah sebabnya devisi pengembanagn bahasa “tarqiyatul lughoh”  HMJ BSA mendapat motifasi tersendiri untuk melestarikan kegiatan tersebut.
Pada pertemuan pertama di awali dengan perkenalan dan menyatukan visi misi dari masing-masing mahasisiwa, yakni target dan materi yang akan di pelajari selama kurang lebih satu tahun, sehingga pada pertemuan kedua di bagikanlah silabus pembelajaran yang di buat oleh pengurus HMJ berdasarkan kurikulum jurusan Bahasa dan Sastra Arab, yakni meliputi materi nahwu dasar, seperti jumlah ismiyah dan fi’liyah, awamil nawasikh, tawabi’ dan beberapa materi shorof sebagai penunjang.
Sedangkan sistem pembelajaranya ialah dengan model tutorial dengan mengundang pemateri yang berkompeten di bidang grammar arab di selai dengan kegiatan munaqosyah, yakni di tentukan  minggu untuk tutorial dan minggu selanjutnya ialah untuk diskusi sebagai wadah untuk mereview materi yang telah di sampaikan dan menemukan sekaligus memecahkan masalah-masalah baru. Materi yang di sampaikan oleh Ustadz Luthfi Aminullah, murobby MSAA sekaligus juga alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab tersebut cukup membantu mahasiswa dalam menganalisis dunia kebahasaan. Terlepas dari itu mahasiswa aktif juga sering menanyakan hal-hal yang di temukan di luar pembahasan melalui alat komunikasi, sms, telephon dan melalui  beberapa jejaring internet, itu salah satu dampak positif dari adanya Bahtsul qowaid.
Harapan besar dari pengurus HMJ BSA khususnya dari devisi tarqiyatul lughoh semoga kegiatan belajar dan diskusi ini dapat bermanfa’at dan tetap terjaga sampai kapanpun, karena mencari ilmu tidak pandang waktu dan usia, itulah motto yang di sampaikan oleh CO devisi tarqiyatul lughoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar