Lebih dari 8 bulan rutinitas belajar bersama yang di gadang oleh
MHJ BSA terlaksana secara tertib, kegiatan yang mengkaji tata bahasa arab
grammar ini dilaksanakan rutin setiap hari selasa malam tepatnya pukul 20.00 sampai
21.00. Dengan waktu yang sesingkat itu tidak mengurangi semangat mahasiswa
jurusan bahasa dan sastra arab UIN maliki malang untuk terus berkembang,
kegiatan ini di ikuti secara antusias oleh mahasiswa dari jurusan itu sendiri,
terutama mahasiswa angkatan 2011 atau mahasiswa angkatan baru. Tidak semua
mahasiswa jurusan bahasa menguasai bidang bahasa, itulah ungkapan dari salah satu mahasiswa yang menjadi faktor utama
adanya belajar bareng yang biasanya di sebut dengan “bahtsul qowaid”, lebih
dari itu terbiasa mengasah apa yang sudah diketahui dan di fahami akan lebih
memperkuat ingatan dan mempermudah kita dalam memahami hal yang baru. Itulah
sebabnya devisi pengembanagn bahasa “tarqiyatul lughoh” HMJ BSA mendapat motifasi tersendiri untuk
melestarikan kegiatan tersebut.
Pada pertemuan pertama di awali dengan perkenalan dan menyatukan
visi misi dari masing-masing mahasisiwa, yakni target dan materi yang akan di
pelajari selama kurang lebih satu tahun, sehingga pada pertemuan kedua di bagikanlah
silabus pembelajaran yang di buat oleh pengurus HMJ berdasarkan kurikulum
jurusan Bahasa dan Sastra Arab, yakni meliputi materi nahwu dasar, seperti
jumlah ismiyah dan fi’liyah, awamil nawasikh, tawabi’ dan beberapa materi
shorof sebagai penunjang.
Sedangkan sistem pembelajaranya ialah dengan model tutorial dengan
mengundang pemateri yang berkompeten di bidang grammar arab di selai dengan
kegiatan munaqosyah, yakni di tentukan
minggu untuk tutorial dan minggu selanjutnya ialah untuk diskusi sebagai
wadah untuk mereview materi yang telah di sampaikan dan menemukan sekaligus memecahkan
masalah-masalah baru. Materi yang di sampaikan oleh Ustadz Luthfi Aminullah,
murobby MSAA sekaligus juga alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab tersebut
cukup membantu mahasiswa dalam menganalisis dunia kebahasaan. Terlepas dari itu
mahasiswa aktif juga sering menanyakan hal-hal yang di temukan di luar
pembahasan melalui alat komunikasi, sms, telephon dan melalui beberapa jejaring internet, itu salah satu
dampak positif dari adanya Bahtsul qowaid.
Harapan besar dari pengurus HMJ BSA khususnya dari devisi
tarqiyatul lughoh semoga kegiatan belajar dan diskusi ini dapat bermanfa’at dan
tetap terjaga sampai kapanpun, karena mencari ilmu tidak pandang waktu dan
usia, itulah motto yang di sampaikan oleh CO devisi tarqiyatul lughoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar